Senin, 07 Juli 2014

Ceritera Angka



“ Terkadang  3  harus rela menerima keadaan ketika ada 4  yang bisa membagi habis 2 padahal mereka sama-sama bilangan bulat positif “.


            Cinta segitiga tidak hanya memandang usia, tidak memandang status sosial tapi juga tidak memandang makhluk. Sistem Bilangan juga punya cerita sendiri. Sedikit tragis, tapi cukup baik untuk menerangkan pada kita semua, bagaimana seharusnya cinta itu diperlakukan. Ya, cinta sebaiknya diperlakukan sepatutnya.
           
            3 dan 4 adalah dua yang berbeda tapi sama. Berjalan hingga berlari di jalan yang sama, meski memilih akhir jalan yang berbeda. Tak ada yang bisa disalahkan, bukan 3 dan bukan pula 4. Tapi ini mengenai apa yang ada dan apa yang bisa.
           

            Sakit memang, ketika menjalani proses yang sama tapi mendapatkan hasil yang berbeda. Hasil itu adalah 2 , yang diharapkan oleh 3 tetapi akhirnya tidak. Ketidaktegaannya mengotori persahabatan mereka, walau hanya endapan kecil perselisihan membuatnya meredupkan mata dari apa yang selama ini dia perhatikan, dia selalu pantau dan dia inginkan.
           
            Persahabatan terbaik, yang berjalan pada titik-titik tertentu sesuai peraturan dalam disiplin bersahabat. Bukan ego, bukan berlebihan, bukan kekanak-kanakan. Semua itu bukan persahabatan yang benar.
           
            Menilik pada konsep persahabatan yang benar, semua punya hak dalam mengalah, atau kewajiban dalam mengalah. Kenapa 3 saja, dan bukan 4? Sekali lagi, ini tentang apa yang ada dan apa yang bisa.


            3 telah jatuh cinta pada 2 yang kecil tapi besar, pada jauh tapi dekat, pada sama tapi berbeda, pada yang mungkin tapi tidak, pada yang kuat tapi lemah, pada yang bisa tapi tidak, dan pada yang iya tapi tidak.

0 komentar:

Posting Komentar