“ Terkadang 3 harus rela menerima keadaan
ketika ada 4 yang bisa membagi habis 2
padahal mereka sama-sama bilangan bulat positif
“.
Cinta segitiga tidak hanya
memandang usia, tidak memandang status sosial tapi juga tidak memandang
makhluk. Sistem Bilangan juga
punya cerita sendiri. Sedikit tragis, tapi cukup baik untuk menerangkan pada
kita semua, bagaimana seharusnya cinta itu diperlakukan. Ya, cinta sebaiknya
diperlakukan sepatutnya.
3 dan 4 adalah dua yang berbeda tapi sama. Berjalan hingga berlari di jalan yang
sama, meski memilih akhir jalan yang berbeda. Tak ada yang bisa disalahkan,
bukan 3 dan bukan pula 4. Tapi ini mengenai apa yang ada dan apa
yang bisa.
Sakit memang, ketika
menjalani proses yang sama tapi mendapatkan hasil yang berbeda. Hasil itu
adalah 2 , yang diharapkan
oleh 3 tetapi akhirnya tidak.
Ketidaktegaannya mengotori persahabatan mereka, walau hanya endapan kecil
perselisihan membuatnya meredupkan mata dari apa yang selama ini dia
perhatikan, dia selalu pantau dan dia inginkan.
Persahabatan terbaik, yang
berjalan pada titik-titik tertentu sesuai peraturan dalam disiplin bersahabat.
Bukan ego, bukan berlebihan, bukan kekanak-kanakan. Semua itu bukan
persahabatan yang benar.
Menilik pada konsep
persahabatan yang benar, semua punya hak dalam mengalah, atau kewajiban dalam
mengalah. Kenapa 3 saja, dan bukan 4? Sekali lagi, ini tentang apa yang ada dan apa
yang bisa.
3 telah jatuh cinta pada 2 yang kecil tapi besar, pada jauh tapi dekat, pada sama
tapi berbeda, pada yang mungkin tapi tidak, pada yang kuat tapi lemah, pada
yang bisa tapi tidak, dan pada yang iya tapi tidak.

0 komentar:
Posting Komentar